Foto: fitri agung from Pekanbaru, Riau, Indonesia, Indonesia · CC BY 2.0 · Wikimedia Commons
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Museum · Palembang
Dicocokkan dengan beberapa sumber Sumber data: Redaksi sumsel.com Diperbarui 7 Nov 2026 Dicek 28 Okt 2026 Data salah?
Tentang Museum Sultan Mahmud Badaruddin II
Museum Sultan Mahmud Badaruddin II menempati sebuah gedung bergaya kolonial di tepi Sungai Musi, di kawasan Benteng Kuto Besak dan tidak jauh dari Jembatan Ampera. Namanya diambil dari sultan Palembang yang dikenang karena perlawanannya mempertahankan kedaulatan Kesultanan Palembang Darussalam, dan museum ini menjadi tempat yang tepat untuk mengenal sejarah kota dari masa Sriwijaya hingga kesultanan.
Lahan museum punya riwayat panjang. Di sinilah dahulu berdiri Kuto Lama atau Kuto Tengkuruk, istana Sultan Mahmud Badaruddin I. Setelah kesultanan dihapus, istana itu dihancurkan oleh pemerintah kolonial pada 1823, dan di atas reruntuhannya dibangun gedung baru yang sejak 1825 dipakai sebagai kantor residen. Bangunan dua lantai yang berdiri sekarang memadukan gaya Eropa dengan arsitektur tropis yang mengambil unsur rumah tradisional Palembang. Gedung ini sempat menjadi markas militer Jepang pada Perang Dunia II, lalu markas Kodam II/Sriwijaya untuk waktu singkat, sebelum diserahkan kepada Pemerintah Kota Palembang dan dijadikan museum pada 1984.
Menurut detikSumbagsel (2026), museum menyimpan lebih dari 500 benda bersejarah, antara lain naskah kuno, senjata tradisional, dan pakaian adat. Koleksi lain yang disebut berbagai sumber meliputi tekstil, kerajinan, dan mata uang. Di halaman dan galeri terbukanya terdapat arca peninggalan zaman Sriwijaya, salah satunya arca Ganesha yang ditemukan di situs Pagaralam di Kota Palembang. Menjelang libur akhir tahun 2025 pengelola menata ulang ruang pamer, membuka kembali ruangan yang biasanya tertutup, dan menampilkan koleksi nisan kuno.
Ruang pamer di dalam gedung berpendingin udara, dan tersedia pemandu wisata bagi pengunjung yang ingin mendengar penjelasan lebih rinci. Fasilitas lain yang tercatat adalah toilet umum, musala, toko suvenir, dan area duduk. Harga tiketnya terjangkau, sehingga museum ini cocok untuk kunjungan keluarga maupun rombongan pelajar.
Karena berada di kawasan wisata sejarah tepi Musi, kunjungan ke museum mudah digabung dengan Benteng Kuto Besak, Monpera, Masjid Agung, dan Jembatan Ampera dalam satu jalan kaki. Perhatikan jam bukanya yang berbeda setiap hari, terutama hari Senin yang hanya buka singkat pada siang hari.
Sumber informasi: Wikipedia bahasa Indonesia – Museum Sultan Mahmud Badaruddin II; Merdeka.com (18 Okt 2025) – Pameran Perangko Pendiri Bangsa di Museum SMB II; Good News From Indonesia (17 Feb 2025) – Mengulik Peninggalan Sejarah Palembang; detikSumbagsel (14 Mar 2026) – Rekomendasi Tempat Wisata di Palembang, Cocok Dikunjungi Saat Lebaran; detikSumbagsel (21 Jan 2026) – Panduan 24 Jam Wisata dan Kuliner di Palembang; detikSumbagsel (26 Des 2025) – Museum di Palembang Jadi Rekomendasi Pilihan Selama Momen Nataru; Wikipedia bahasa Indonesia – Museum Sultan Mahmud Badaruddin II (latar); detikSumbagsel (2026) – Rekomendasi Tempat Wisata di Palembang, Cocok Dikunjungi Saat Lebaran; detikSumbagsel (2025) – Museum di Palembang Jadi Rekomendasi Pilihan Selama Momen Nataru; Wikimedia Commons – Ganesha Pagaralam Palembang (deskripsi berkas); Wikidata Q48988740
Info Kunjungan
- Harga tiket
- Rp 5.000Umum Rp5.000, pelajar Rp1.000, mahasiswa Rp2.000, wisatawan asing Rp20.000 (detikSumbagsel, Mar 2026)
- Jam operasional
- Senin 13.00–15.00; Selasa–Jumat 08.00–16.00; Sabtu–Minggu 09.00–15.00
- Waktu terbaik
- Selasa–Jumat pagi, saat jam buka paling panjang.
- Cara ke sana
- Museum berada di tepi Sungai Musi di kawasan Benteng Kuto Besak, dekat Jembatan Ampera di pusat Kota Palembang. Dari Masjid Agung atau Monpera, museum dapat dicapai dengan berjalan kaki.
- Tips
- Hari Senin museum hanya buka pukul 13.00–15.00 WIB; Wikipedia masih menyebut Senin tutup, jadi sebaiknya cek ulang sebelum datang. Manfaatkan pemandu wisata agar lebih memahami koleksi. Gabungkan kunjungan dengan Benteng Kuto Besak, Monpera, dan Masjid Agung yang berdekatan.
Fasilitas
Tanya Jawab
Berapa harga tiket Museum SMB II?
Rp5.000 untuk umum, Rp1.000 pelajar, Rp2.000 mahasiswa, dan Rp20.000 wisatawan asing (2026).
Jam berapa museum buka?
Senin 13.00–15.00, Selasa–Jumat 08.00–16.00, Sabtu–Minggu 09.00–15.00 WIB.
Apa saja koleksinya?
Lebih dari 500 benda bersejarah, termasuk naskah kuno, senjata tradisional, pakaian adat, serta arca peninggalan Sriwijaya di galeri terbuka.
Apa sejarah gedungnya?
Gedung dibangun di atas reruntuhan istana Kuto Lama setelah 1823, dipakai sebagai kantor residen kolonial, lalu dijadikan museum pada 1984.
Ulasan (0)
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama memberi ulasan.
Di sekitar sini
© Xavier Bonaparte · CC BY-SA 4.0 Museum Monumen Perjuangan Rakyat (Monpera)
Museum · Palembang
© fitri agung from Pekan... · CC BY 2.0 Benteng Kuto Besak
Benteng & Keraton · Palembang
© Gunawan Kartapranata · CC BY-SA 3.0 Jembatan Ampera
Jembatan & Ikon Kota · Palembang
© fitri agung from Pekan... · CC BY 2.0 Masjid Agung Sultan Mahmud Badaruddin I Jayo Wikramo
Situs Sejarah · Palembang
Wisata lain di Palembang
© Cendy00 · CC BY 4.0 Pulau Kemaro
Pulau · Palembang
© Firzafp · CC BY-SA 4.0 Museum Balaputra Dewa
Museum · Palembang
© Firzafp · CC BY-SA 4.0 Masjid Al Islam Muhammad Cheng Ho Sriwijaya
Situs Sejarah · Palembang
© baka_neko_baka · CC BY-SA 2.0 Taman Wisata Alam Punti Kayu
Taman · Palembang
Kuliner di Palembang
Pempek Candy (Cabang Rajawali)
Pempek · Palembang
Mie Celor 26 Ilir H.M. Syafei Z
Mie Celor · Palembang
Pempek Vico
Pempek · Palembang
Pempek Beringin (Rajawali)
Pempek · Palembang