Gua Harimau
Situs Sejarah ยท Ogan Komering Ulu
Dicocokkan dengan beberapa sumber Sumber data: Redaksi sumsel.com Diperbarui 6 Nov 2026 Dicek 28 Okt 2026 Data salah?
Tentang Gua Harimau
Gua Harimau adalah situs arkeologi di perbukitan karst Bukit Karang Sialang, Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU). Gua ini berada di desa yang sama dengan objek wisata Gua Putri, berjarak sekitar 1,5 kilometer darinya, dan dikenal luas sebagai situs prasejarah penting di Sumatera Selatan.
Keberadaan gua ini dilaporkan sejak 1997, dan penelitian intensif oleh tim Pusat Arkeologi Nasional yang dipimpin Prof. Truman Simanjuntak berjalan sejak sekitar 2009. Hasilnya mengejutkan: di lantai gua ditemukan puluhan kerangka manusia yang dikubur dengan berbagai sistem dan posisi. Jumlah yang dilaporkan berbeda-beda antarsumber, dari puluhan hingga lebih dari 80 individu, karena penggalian berlangsung bertahap. Selain kerangka, peneliti menemukan alat batu, obsidian, gerabah, sisa hewan, serta bekal kubur seperti kapak perunggu dan gelang. Rentang temuannya disebut mencakup masa yang sangat panjang, dari hunian ribuan tahun lalu hingga masa logam.
Yang membuat Gua Harimau istimewa adalah lukisan dinding guanya. Kompas mencatat sekitar 50 gambar cadas ditemukan di sana, termasuk motif geometris, garis-garis vertikal, dan cap jari, yang disebut sebagai temuan seni cadas pertama di Indonesia bagian barat. Para peneliti juga menemukan sisa manusia dengan ciri yang berbeda di lokasi yang sama, yang memperkaya pemahaman tentang sejarah penghuni awal Sumatera.
Untuk memamerkan hasil penelitian, dibangun Museum Goa Harimau di dekat situs yang menampilkan fosil, kerangka, gerabah, dan beliung batu. Pada April 2025 Pemkab OKU menjadwalkan peresmian situs sebagai cagar budaya nasional pada Juni 2025 dengan rencana kehadiran Menteri Kebudayaan; sumber yang kami baca belum memastikan apakah peresmian itu sudah terlaksana.
Menuju mulut gua tidak semudah mendatangi museum. Menurut ANTARA (2024), pengunjung menyeberangi Sungai Ogan lewat jembatan gantung tua, lalu menempuh jalan setapak sepanjang sekitar 4 kilometer melewati Sungai Haman. Pengunjung didampingi petugas pengelola dan diminta mematuhi aturan serta rambu yang dipasang. Karena berada di kawasan yang sama, kunjungan ke Gua Harimau paling praktis digabung dengan Gua Putri dan museum situs.
Sumber informasi: ANTARA โ Mengenali sisa-sisa peradaban dari Gua Putri dan Gua Harimau (16 Apr 2024); Mongabay Indonesia โ Jejak Manusia Purba Asia Tenggara di Padangbindu (30 Jul 2014); TribunStyle (10 Jul 2026) โ Pesona Magis Gua Putri OKU, Sumsel: Surga Eduwisata Ramah Keluarga untuk Libur Sekolah; SRIPOKU via OBNews (1 Jan 2026) โ Museum Gua Harimau Jadi Magnet Wisata Libur Tahun Baru; ANTARA (2024) โ Mengenali sisa-sisa peradaban dari Gua Putri dan Gua Harimau; ANTARA (2025) โ Goa Harimau di OKU akan ditetapkan sebagai cagar budaya nasional; Kompas.com (2022) โ Situs Prasejarah Gua Harimau Simpan Berbagai Artefak Paleolitik hingga Sisa-sisa Tubuh Manusia; Wikipedia bahasa Indonesia โ Goa Harimau; Wikipedia bahasa Inggris โ Harimau Cave
Info Kunjungan
- Cara ke sana
- Gua Harimau berada di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, OKU, sekitar 1,5 km dari Gua Putri. Gua Putri sendiri berjarak sekitar 35 km dari Kota Baturaja (ANTARA, 2024). Dari kawasan tersebut, pengunjung menyeberangi Sungai Ogan lewat jembatan gantung, lalu berjalan kaki di jalan setapak sekitar 4 km melewati Sungai Haman. Dari Palembang, tempuh perjalanan darat ke Baturaja terlebih dahulu.
- Tips
- Gabungkan kunjungan dengan Gua Putri dan Museum Goa Harimau yang berada di kawasan yang sama. Siapkan fisik dan alas kaki yang nyaman untuk jalan setapak sekitar 4 km. Ikuti arahan petugas pengelola yang mendampingi dan patuhi rambu di lokasi. Jangan menyentuh lukisan dinding gua atau mengambil benda apa pun dari situs.
Fasilitas
Tanya Jawab
Di mana letak Gua Harimau?
Di Desa Padang Bindu, Kecamatan Semidang Aji, OKU, sekitar 1,5 km dari Gua Putri.
Apa yang ditemukan di Gua Harimau?
Puluhan kerangka manusia prasejarah, alat batu, gerabah, bekal kubur seperti kapak perunggu, dan sekitar 50 lukisan dinding gua.
Bagaimana akses ke mulut gua?
Menyeberangi Sungai Ogan lewat jembatan gantung, lalu berjalan kaki sekitar 4 km didampingi petugas.
Apakah ada museum?
Ada, Museum Goa Harimau di dekat situs memamerkan fosil, kerangka, gerabah, dan beliung batu.
Ulasan (0)
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama memberi ulasan.