Foto: sbamueller · CC BY-SA 2.0 · Wikimedia Commons
Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya
Museum · Lubuklinggau
Dicocokkan dengan beberapa sumber Sumber data: Redaksi sumsel.com Diperbarui 7 Nov 2026 Dicek 28 Okt 2026 Data salah?
Tentang Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya
Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya berada di Jalan Garuda, Kelurahan Bandung Kanan, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, di kawasan pusat Kota Lubuklinggau. Museum ini mengajak pengunjung menelusuri masa revolusi fisik mempertahankan kemerdekaan di Sumatera bagian selatan pada 1945–1949, dan menempati bangunan yang menjadi saksi langsung masa tersebut.
Gedungnya punya sejarah berlapis. Pada 1934–1942 bangunan ini menjadi rumah dinas pejabat pemerintahan Onder Afdeeling Moesi Oeloe. Pada masa pendudukan Jepang, gedung ini ditempati Bupati Swada yang memerintah Musi Kami Rawas. Antara Juli 1947 dan Desember 1948, bangunan ini menjadi markas Sub Komandemen Sumatera Selatan (Subkoss) yang dipimpin Kolonel Maludin Simbolon, dengan Letnan Kolonel (tituler) Ibnu Sutowo sebagai kepala staf. Setelah itu, sejak 1950 hingga 1988 gedung ini dipakai sebagai rumah dinas bupati Musi Ulu Rawas, yang namanya kemudian menjadi Musi Rawas.
Monumen Perjuangan Subkoss diresmikan Gubernur Sainan Sagiman pada 13 Februari 1987, lalu museumnya diresmikan pada 15 Januari 1988 oleh Menko Kesra Letjen (Purn) H. Alamsyah Ratuprawiranegara. Mula-mula museum dikelola Yayasan Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya, sebelum diserahkan kepada Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan pada 30 Juli 1999. Kini museum berada di bawah UPTD Museum Negeri Sumatera Selatan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi. Tata pamernya diperbarui pada 2019 dengan tema "Menelusuri Jejak Revolusi Fisik Kemerdekaan di Sumatera bagian Selatan".
Koleksinya berjumlah sekitar 140 benda, meliputi arsip foto, dokumen, benda pusaka, senjata, dan kendaraan bersejarah. Yang paling menarik perhatian adalah lokomotif uap C3082 buatan 1930 dari masa kolonial dan jip Willys STD 156 berjuluk "Tarzan" milik Pahlawan Nasional Mayjen dr. Adnan Kapau (A.K.) Gani. Ada pula Meriam Ekor Lutung yang diperkirakan berasal dari abad ke-17 hingga ke-19 serta mushaf Al-Qur'an kuno dari abad ke-17.
Pemandu museum siap memberi penjelasan bagi pengunjung yang ingin memahami konteks setiap koleksi. Dengan tiket yang sangat terjangkau dan letaknya yang dekat dengan landmark kota seperti Alun-alun Merdeka Lubuklinggau, museum ini mudah disisipkan dalam rencana jalan-jalan di Lubuklinggau, terutama bagi rombongan pelajar dan peminat sejarah.
Sumber informasi: detikSumbagsel - Museum Subkoss Garuda Sriwijaya di Lubuklinggau, Ada 140 Koleksi (22 Okt 2025); Indonesia.travel (Kemenparekraf) - Museum Perjuangan Subkoss Garuda Sriwijaya; detikSumbagsel - 9 Rekomendasi Wisata di Lubuklinggau (1 Feb 2024); detikSumbagsel (22 Okt 2025) – Museum Subkoss Garuda Sriwijaya di Lubuklinggau, Ada 140 Koleksi; detikSumbagsel (2025) – Museum Subkoss Garuda Sriwijaya di Lubuklinggau, Ada 140 Koleksi
Info Kunjungan
- Harga tiket
- Rp 5.000Umum dan mahasiswa Rp5.000, pelajar SMP/SMA Rp3.000, anak-anak Rp2.000, wisatawan asing Rp15.000 (detikSumbagsel, Okt 2025)
- Jam operasional
- Setiap hari 08.00–16.00
- Waktu terbaik
- Pagi hingga siang agar sempat melihat seluruh koleksi sebelum museum tutup pukul 16.00 WIB.
- Cara ke sana
- Museum berada di Jalan Garuda, Kelurahan Bandung Kanan, Kecamatan Lubuk Linggau Barat II, di kawasan pusat Kota Lubuklinggau sehingga mudah ditemukan; letaknya dekat Alun-alun Merdeka. Dari Palembang, tempuh perjalanan darat ke Kota Lubuklinggau terlebih dahulu.
- Tips
- Datang lebih awal karena museum tutup pukul 16.00 WIB. Minta penjelasan pemandu untuk koleksi unggulan seperti lokomotif C3082, jip Willys 'Tarzan', dan Meriam Ekor Lutung. Gabungkan kunjungan dengan Alun-alun Merdeka Lubuklinggau yang letaknya berdekatan.
Fasilitas
Tanya Jawab
Berapa tiket masuk Museum Subkoss?
Rp5.000 untuk umum dan mahasiswa, Rp3.000 pelajar SMP/SMA, Rp2.000 anak-anak, Rp15.000 wisatawan asing (2025).
Jam berapa museum buka?
Setiap hari pukul 08.00–16.00 WIB.
Apa koleksi unggulannya?
Lokomotif uap C3082 buatan 1930, jip Willys 'Tarzan' milik A.K. Gani, Meriam Ekor Lutung, dan mushaf Al-Qur'an kuno.
Kapan museum ini diresmikan?
Pada 15 Januari 1988.
Ulasan (0)
Belum ada ulasan. Jadilah yang pertama memberi ulasan.